Surabayainsight.com, ZURICH — Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) membatalkan rencana penjualan sebagian kepemilikan hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta setelah menuai kritik luas. FIFA juga menyampaikan permintaan maaf karena mengakui terdapat kesalahan prosedur dalam proses penyusunan rencana tersebut.
Permintaan maaf disampaikan Presiden FIFA Gianni Infantino bersama Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom melalui surat resmi yang dibacakan dalam rapat darurat FIFA di Rabat, Maroko, Rabu (5/8/2026). Surat tersebut juga telah didistribusikan kepada Dewan FIFA serta 211 asosiasi anggota.
FIFA mengakui terdapat kekeliruan dalam proses pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE), termasuk kurangnya pelibatan Dewan FIFA dan asosiasi anggota sejak tahap awal pembahasan. Organisasi sepak bola dunia itu juga mengakui penanganan terhadap kebocoran dokumen proposal ke media tidak dilakukan secara tepat.
“FIFA mengakui adanya kesalahan dalam proses pembentukan FFE. Tidak ada niat untuk membuat Dewan FIFA maupun asosiasi anggota merasa tidak dilibatkan. Permasalahan ini seharusnya ditangani dengan cara yang berbeda,” demikian bunyi pernyataan resmi FIFA.
Sebagai tindak lanjut, FIFA memastikan proposal pembentukan FFE tidak akan dilanjutkan. Dengan demikian, rencana penjualan sebagian saham yang berkaitan dengan hak komersial Piala Dunia resmi dibatalkan.
FFE sebelumnya dirancang sebagai entitas baru yang akan mengelola berbagai aset komersial FIFA, mulai dari hak siar, sponsor, lisensi, hingga operasional penyelenggaraan turnamen internasional.
Dalam proposal awal, Gianni Infantino mengusulkan skema yang memungkinkan masuknya investasi dari pihak swasta. FIFA bahkan menargetkan persetujuan dari seluruh asosiasi anggota pada September 2026.
Sebagai bagian dari tawaran tersebut, FIFA juga menjanjikan tambahan dana pengembangan sepak bola sebesar US$40 juta kepada setiap asosiasi anggota yang mendukung pembentukan FFE.
Namun, rencana tersebut memicu kritik karena dinilai disusun tanpa melibatkan Dewan FIFA dan asosiasi anggota secara memadai. Sejumlah pihak juga menyoroti potensi masuknya investor swasta dalam pengelolaan aset paling bernilai milik FIFA, yakni hak komersial Piala Dunia.
FIFA menyatakan akan melakukan evaluasi internal untuk memastikan kesalahan prosedur serupa tidak terulang pada masa mendatang.
Meski proposal penjualan saham dibatalkan, FIFA menegaskan tetap memberikan dukungan kepada Gianni Infantino untuk melanjutkan kepemimpinannya sebagai Presiden FIFA.

Leave a Reply