Surabayainsight.com, KARANGANYAR — Jenazah Aldo Nurahmansyah, 19, warga Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, akan diterbangkan dari Banjarmasin menuju Solo pada Rabu (23/9/2026) pagi.
Informasi tersebut disampaikan Bayan Karangrejo, Desa Ngringo, Suji Wibowo. Berdasarkan informasi yang diterima dari keluarga, setelah tiba di Solo, jenazah Aldo akan dibawa ke rumah duka di Jl. Anggrek sebelum dimakamkan.
“Rencana jenazah Aldo besok pagi diterbangkan dari Banjarmasin menuju rumah duka di Jl. Anggrek. Setelah itu baru dimakamkan,” kata Suji, Selasa (22/9/2026) malam.
Suji mengatakan pemakaman Aldo direncanakan berlangsung sekitar pukul 15.00 WIB di Astana Untoroloyo, Pucangsawit, Solo.
“Insya Allah pemakaman jam 3 sore di Astana Untoroloyo Pucangsawit Solo. Informasinya dari keluarga Aldo,” ujarnya.
Sebelumnya, jenazah Aldo telah teridentifikasi setelah tim penyelam menemukan empat jenazah yang terjebak di dalam bangkai KM Virgo Transport 8 pada Minggu (20/9/2026).
Keluarga Aldo sebelumnya masih menunggu proses identifikasi resmi. Sejumlah barang yang ditemukan bersama salah satu jenazah kemudian dikenali keluarga sebagai milik Aldo, di antaranya jam tangan dan pakaian yang dikenakannya.
Keluarga Aldo, Ranur Mahartini, mengatakan pihak keluarga mendapat konfirmasi dari RS Bhayangkara mengenai identitas jenazah tersebut.
“Sudah teridentifikasi itu jenazah Aldo,” tulis Ranur melalui pesan WhatsApp kepada Espos, Selasa (22/9/2026) petang.
Sebelumnya, keluarga juga menerima informasi mengenai kondisi Aldo saat kapal mulai tenggelam. Aldo disebut sempat membangunkan penumpang lain agar segera menyelamatkan diri.
“Pada saat kejadian itu Aldo sudah lari, sudah membangunkan tetangga-tetangga sesama penumpang,” tutur Ranur.
KM Virgo Transport 8 tenggelam di Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 WITA dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Aldo bersama Ahda Dhiyaurohman, 19, dan Jevon Joechelin Jotham, 19, diketahui berangkat bersama untuk bekerja di perkebunan kelapa sawit. Dari tiga warga tersebut, Aldo dan Ahda telah teridentifikasi, sedangkan Jevon hingga kini masih dalam pencarian.
Dengan teridentifikasinya Aldo, keluarga kini mempersiapkan kepulangan jenazah dari Banjarmasin. Jenazah dijadwalkan diterbangkan Rabu pagi dan selanjutnya dibawa ke rumah duka sebelum dimakamkan pada sore hari.
“Saat ini kondisi rumah duka mulai dilakukan persiapan. Rencana besok pagi pemasangan kajang,” kata dia.
Sementara itu, PJ Kades Ngringo Apri Linawati mengatakan jenazah Aldo telah terindentifikasi. Untuk selanjutnya akan dilakukan proses pemulangan jenazah. Sedangkan untuk Ahda Dhiyaurohman, 19, dan Jevon Joechelin Jotham, 19, belum ada informasi lanjutan.
Keluarga Ahda sebelumnya telah melakukan tes DNA di Polresta Solo pada Selasa pagi. Pengambilan tes DNA dilakukan bersama keluarga Aldo. Sedangkan keluarga Jevon masih berada di Surabaya menunggu perkembangan pencarian oleh tim Basarnas.

Leave a Reply