Tentara Inggris Dapat Lampu Hijau Bantu Saudi Hadapi Serangan Houthi

Tentara Inggris Dapat Lampu Hijau Bantu Saudi Hadapi Serangan Houthi
Peluncuran sebuah pesawat nirawak (drone) yang diduga diarahkan ke Mocha, Yaman, Minggu (9/8/2026). /ANTARA/Xinhua/HO-Houthi Media Center

Surabayainsight.com, MOSKOW — Perdana Menteri Inggris Andy Burnham telah mengizinkan angkatan bersenjata Inggris mendukung Arab Saudi dalam menghadapi kelompok Houthi yang menguasai wilayah utara Yaman.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband telah menyatakan dukungan bagi Riyadh dalam pembicaraan dengan mitranya dari Arab Saudi di tengah serangan yang dilancarkan kelompok Houthi dari Yaman.

“Kami telah menerima permohonan dukungan militer dari Kerajaan Arab Saudi dan atas saran Menteri Pertahanan serta Menteri Luar Negeri, tadi malam saya menyetujui hal tersebut bagi layanan pengisian bahan bakar di udara yang bersifat defensif. Itulah kesepakatan yang telah kami berikan,” demikian pernyataan Burnham di platform X sebagaimana dilaporkan jurnalis Bloomberg, Alex Wickham.

Menurut keterangan wartawan tersebut, Burnham menegaskan kesepakatan itu bersifat sementara dan hanya melibatkan dukungan pertahanan eksklusif.

Pada Sabtu (19/9/2026), kelompok Houthi mengumumkan telah melancarkan serangan rudal terhadap target-target strategis di Riyadh serta sejumlah fasilitas milik perusahaan minyak Saudi Aramco di wilayah barat Arab Saudi sebagai tanggapan atas serangan terhadap Yaman.

Kelompok tersebut menyatakan menggunakan rudal dan pesawat nirawak (drone) dalam serangan tersebut.

Malaysia Kecam Serangan Houthi

Malaysia menyatakan solidaritas bersama Pemerintah Arab Saudi dan mengecam keras serangan kelompok bersenjata Houthi terhadap negara tersebut, termasuk serangan yang menyasar warga sipil dan infrastruktur publik.

Malaysia melalui pernyataan Kementerian Luar Negeri Malaysia (Wisma Putra) di Kuala Lumpur, Senin, mendukung upaya Pemerintah Arab Saudi untuk mempertahankan kedaulatan dan keutuhan wilayahnya serta keselamatan penduduknya, sesuai dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum internasional.

Malaysia juga menyatakan mendukung segala upaya untuk meredakan ketegangan dan segera mengakhiri konflik.

“Malaysia sangat menghargai kerja sama yang telah terjalin sejak lama dengan Pemerintah Arab Saudi dan tetap berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama ini demi kepentingan bersama kedua negara,” demikian pernyataan Wisma Putra.

AS Tak Mau Bantu Arab Saudi

Amerika Serikat tidak akan melancarkan “serangan ofensif” terhadap gerakan Syiah Ansar Allah di Yaman, atau yang dikenal sebagai Houthi, untuk mendukung Arab Saudi, demikian laporan CNN. “Tidak ada serangan ofensif,” kata seorang pejabat AS kepada CNN.

Presiden AS Donald Trump berulang kali menegaskan bahwa AS sama sekali tidak akan terlibat dalam serangan langsung terhadap posisi Houthi di Yaman.

AS meyakini Arab Saudi saat ini telah memiliki semua yang diperlukannya untuk melawan kelompok Houthi, kata pejabat lain AS, dengan menyebut bantuan tersebut antara lain berupa perluasan saling berbagi data intelijen dan data sasaran.

Adapun media Lebanon Al Mayadeen pada Kamis melaporkan bahwa Arab Saudi berupaya mencapai kesepakatan dengan kelompok Houthi melalui bantuan perantara.

Sebelum permusuhan dan saling serang antara Houthi dan Arab Saudi kembali memanas sejak pertengahan Juni, Yaman telah menuntut serangkaian syarat kepada Riyadh.

Mereka meminta Arab Saudi menyepakati pertukaran tahanan, pencabutan blokade terhadap bandara-bandara di Yaman utara, dan membayar kompensasi atas kerusakan terhadap infrastruktur dan populasi sipil di wilayah Yaman yang dikontrol kelompok Houthi sepanjang konflik dalam 12 tahun terakhir.

Leave a Reply