Surabayainsight.com, PURWOKERTO—KSEI Youth Innovation Festival (YIF) 5.0 2026 kembali menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan dan inovasi melalui kompetisi akademik. Tahun ini, rangkaian YIF menghadirkan Business Case Competition dan Kompetisi Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Ketua Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, M. Luthfi Chakim Ramadhani, mengatakan kedua kompetisi tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengasah kemampuan analisis, berpikir kritis, menyusun solusi, hingga mempresentasikan gagasan secara sistematis.
Rangkaian YIF 5.0 menjadi bagian dari upaya menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi dan gagasan inovatif, khususnya dalam menghadapi dinamika ekonomi dan bisnis. Business Case Competition menjadi salah satu agenda utama KSEI YIF 5.0 2026.
Kompetisi ini mendorong peserta menganalisis persoalan bisnis sekaligus menawarkan solusi inovatif yang relevan dengan perkembangan ekonomi, termasuk pengembangan ekonomi syariah yang berkelanjutan. Setelah melalui tahapan penilaian dan presentasi, Tim Trio Fineshyt dari Universitas Indonesia berhasil meraih Juara 1.
Posisi Juara 2 diraih Tim Terimakasih Tuhan dari Trisakti School of Management, sedangkan Juara 3 diraih Tim Market Kings dari Universitas Airlangga. Sementara itu, kategori juara harapan diraih oleh Tim Sibuk Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Harapan 1), Tim CEO Universitas Muhammadiyah Purwokerto (Harapan 2), dan Tim Cobathink UMP (Harapan 3).
Kompetisi tidak hanya menguji kemampuan peserta dalam menyusun gagasan bisnis. Peserta juga dituntut mampu mengidentifikasi permasalahan, menganalisis kondisi, menawarkan solusi, serta menyampaikan ide secara sistematis dan meyakinkan.
Sebagai Official Partner KSEI YIF 5.0 2026, Prudential Syariah turut mendukung pelaksanaan kegiatan. Dukungan tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk memperluas wawasan mengenai dunia bisnis dan industri keuangan syariah.
Kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong mahasiswa agar semakin inovatif dan adaptif terhadap perkembangan ekonomi digital.
Selain Business Case Competition, KSEI YIF 5.0 2026 menghadirkan Kompetisi Karya Tulis Ilmiah (KTI). Kompetisi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menuangkan gagasan, hasil analisis, serta inovasi dalam merespons berbagai persoalan ekonomi yang berkembang.
Mengembangkan Gagasan Ilmiah dan Relevan
Sejumlah isu strategis menjadi fokus dalam kompetisi, antara lain digital entrepreneurship, artificial intelligence untuk inovasi ekonomi, keuangan Islam, blue economy, hingga pemanfaatan teknologi dalam industri asuransi syariah. Dari hasil penilaian dan presentasi, Tim Dananturu v3 dari Politeknik Keuangan Negara STAN berhasil meraih Juara 1.
Juara 2 diraih Tim Vidyadarma dari UMP, sementara Juara 3 diraih Tim Inovatrix dari UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Untuk kategori juara harapan, hasilnya sebagai berikut Tim Poetri Soedirman Universitas Jenderal Soedirman (Harapan 1), Tim SynergIA Universitas Pendidikan Indonesia (Harapan 2) dan Tim Sekop Sekop UIN Saizu Purwokerto (Harapan 3).
Keberagaman perguruan tinggi yang berpartisipasi menunjukkan antusiasme mahasiswa dalam mengembangkan gagasan ilmiah yang relevan dengan perkembangan ekonomi dan kebutuhan masyarakat. Melalui kompetisi KTI, peserta tidak hanya ditantang menghasilkan tulisan.
Mereka juga mendapatkan ruang untuk mengasah kemampuan melakukan kajian, menganalisis persoalan, membangun argumentasi, serta menawarkan solusi berbasis ilmiah.
Dukungan Prudential Syariah sebagai Official Partner turut memperkuat pelaksanaan rangkaian YIF 5.0 2026, khususnya dalam mendorong inovasi dan peningkatan literasi ekonomi syariah di kalangan generasi muda.
Pembina KSEI FEBI UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto dan Pembina KSEI ISEEN UMP memberikan apresiasi terhadap antusiasme peserta serta kolaborasi yang terbangun melalui YIF 5.0 2026.
Pembina KSEI FEBI UIN Saizu, Mahardika Cipta Rahardja, turut memberikan apresiasi terhadap antusiasme peserta dan kolaborasi yang terbangun dalam pelaksanaan YIF 5.0 2026.
Kehadiran mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menjadikan kompetisi tidak hanya sebagai arena berprestasi, tetapi juga ruang untuk bertukar perspektif dan memperluas pengalaman. Business Case Competition dan Kompetisi KTI juga memperlihatkan dua pendekatan berbeda dalam mengembangkan gagasan.
Business case menitikberatkan pada kemampuan menganalisis persoalan dan merancang solusi bisnis, sedangkan kompetisi KTI memberikan ruang lebih luas bagi peserta untuk mengembangkan gagasan melalui kajian ilmiah.
Melalui KSEI YIF 5.0 2026, mahasiswa didorong untuk tidak berhenti pada kemampuan akademik. Mereka juga mendapatkan pengalaman dalam bekerja sama, menyampaikan gagasan, mempertahankan argumentasi, dan merespons tantangan ekonomi yang terus berkembang.
Rangkaian kompetisi tersebut sekaligus memperkuat posisi YIF 5.0 sebagai ruang belajar dan kolaborasi mahasiswa untuk melahirkan gagasan inovatif di bidang ekonomi, bisnis, dan keuangan syariah. (NA)

Leave a Reply