Dibangun Sejak 1996, Atap Gedung Setda Karanganyar Diusulkan Direhab Total

Dibangun Sejak 1996, Atap Gedung Setda Karanganyar Diusulkan Direhab Total
Gedung perkantoran Bupati atau Setda Karanganyar. Foto diambil Sabtu (7/11/2026). (Daerah/Indah Septiyaning Wardani)

Surabayainsight.com, KARANGANYAR — Gedung perkantoran Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Karanganyar yang dibangun sejak 1996 belum pernah menjalani rehabilitasi menyeluruh.

Kondisi bangunan yang telah berusia sekitar 30 tahun itu kini menjadi sorotan setelah bagian atapnya ambrol pada Kamis (5/11/2026) malam.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Karanganyar merekomendasikan rehabilitasi total pada bagian atap. Kerusakan diduga dipicu faktor usia bangunan, material kayu yang mulai rapuh, serta pengaruh cuaca dan rembesan air akibat kebocoran.

Kepala DPUPR Karanganyar, Asihno Purwadi, mengatakan hasil pengecekan sementara menunjukkan kerusakan pada bagian atap perlu mendapatkan penanganan menyeluruh. Pihaknya telah melakukan koordinasi serta penghitungan awal berdasarkan luasan bagian yang terdampak.

“Faktor usia, material yang digunakan kayu, kemudian kemungkinan terkena air karena ada kebocoran. Kondisinya sedikit demi sedikit mengalami kerusakan hingga rapuh,” ujar Asihno saat diwawancarai, Sabtu (7/11/2026).

Menurut Asihno, kondisi konstruksi atap yang saat ini tertutup genteng belum dapat diketahui secara menyeluruh. Untuk memastikan tingkat kerusakan, tim teknis perlu menurunkan genteng terlebih dahulu sebelum melakukan pemeriksaan terhadap konstruksi kayu di bawahnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari rekomendasi DPUPR untuk melakukan rehabilitasi total atap bangunan. Penanganan menyeluruh dinilai penting demi mengantisipasi risiko keselamatan.

“Rekomendasi kami rehab total atapnya. Genteng harus diturunkan terlebih dahulu untuk melihat kondisi di bawahnya. Ini juga untuk mengantisipasi faktor keselamatan, karena kita tidak tahu kondisi sebenarnya kalau masih tertutup genteng,” jelasnya.

Salah Satu Objek Vital Pemkab Karanganyar

Asihno menyampaikan bahwa bangunan Setda merupakan salah satu objek vital milik Pemkab Karanganyar. Karena itu, kondisi konstruksi bangunan perlu mendapatkan perhatian agar kerusakan tidak semakin parah.

Meski telah memberikan rekomendasi rehabilitasi total, DPUPR belum menghitung kebutuhan anggaran untuk pekerjaan tersebut. Pelaksanaan rehabilitasi juga belum dipastikan karena masih membutuhkan proses lebih lanjut.

“Kami belum menghitung berapa kebutuhan anggarannya,” katanya.

Persoalan kondisi gedung perkantoran Setda Karanganyar sebenarnya pernah mengemuka pada masa kepemimpinan mantan Bupati Karanganyar Juliyatmono. Pada 2023, Juliyatmono menggagas pembangunan gedung baru kantor bupati sekaligus Setda. Pemkab Karanganyar bahkan membuka sayembara desain sebagai bagian dari perencanaan pembangunan kompleks perkantoran baru.

Wacana tersebut muncul di tengah kondisi bangunan perkantoran yang telah berusia lama. Dalam konsep awal, gedung baru dirancang lebih modern dan terintegrasi dengan desain empat lantai, termasuk lantai dasar yang difungsikan sebagai area parkir. Namun, rencana revitalisasi kompleks perkantoran tersebut belum terealisasi.

Kini, ambrolnya atap gedung Setda menjadi persoalan yang membutuhkan penanganan segera. DPUPR merekomendasikan rehabilitasi total sebagai langkah untuk memastikan keamanan bangunan yang masih digunakan dalam aktivitas pemerintahan.

Di tengah belum terealisasinya wacana pembangunan gedung baru, Pemkab Karanganyar perlu memastikan penanganan kerusakan bangunan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan kemampuan anggaran daerah.

Leave a Reply